Berita

Rapat Kerja LPDG SULTRA; Pemerintah Provinsi Siap Dukung Suksesnya UDG Tahun 2024 di Surakarta

Lembaga Pengembangan Dharma Gita (LPDG) Sulawesi Tenggara gelar Rapat Kerja selama dua hari pada 11 dan 12 November 2023  guna membahas kesiapan 11 Kabupaten/Kota dalam menyambut Utsawa Dharma Gita (UDG) tingkat Provinsi maupun Nasional tahun 2024

Kegiatan Raker kali ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara Drs. Asrun Lio, M.Hum.,P.h.D, hadir pula Pembimas Hindu Kantor Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, Sekretaris Umum PHDI Sultra dan beberapa ketua lembaga keumatan Hindu diwilayah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Ketua LPDG Sultra, I Nengah Suaryo, S.H.,M.H menyampaikan LPDG Sultra setelah mendapatkan SK Gubernur telah melakukan berbagai upaya dalam menyiapkan suksesnya UDG Nasional di Surakarta, Solo, Jawa Tengah

Keberadaan LPDG telah mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, dengan diterbitkannya SK Gubernur Nomor 188 tahun 2023 tentang Penetapan Pengurus Lembaga Pengembangan Dharmagita Provinsi Sulawesi Tenggara Masa Bhakti 2023-2028. Dengan adanya SK ini tentu kami tindak lanjuti melakukan pendekatan kepada berbagai pihak terutama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk bersama-sama membawa nama Sulawesi Tenggara untuk berkompetisi pada perhelatan Nasional ini, tuturnya.

Ketua PHDI yang diwakili Sekretris Umum Kadek Yogiarta menambahkan bahwa keberadaan umat Hindu di Sulawesi Tenggara sejak transmigrasi pertama di Sulawesi Tenggara pada November 1968 sampai saat ini terus berupaya menunjukan eksistensinya serta selalu  mendukung Pemerintah Provinsi dalam mengembangkan segala potensi dan menjaga kearifan lokal yang beragam di Sulawesi Tenggara

Lebih lanjut, Pembimas Hindu Sulawesi Tenggara Komang Sukeyasa menyampaikan perhelatan  Nasional Utsawa Dharma Gita ini sebenarnya serupa dengan event-event Nasional pada agama yang lain,

Jika pada umat Muslim ada MTQ, kemudian Umat Katolik perhelatannya bernama PESPARANI, Pada umat Kristen ada PESPARAWI, pada umat Buddha ada Swayamvara Tripitaka Gatha, sedangkan kami di Hindu itu bernama Utsawa Dharma Gita, Jelasnya

BACA JUGA:  Pasraman Vidya Sthana: Buah Keresahan Anak Muda Terhadap Pesatnya Perkembangan Zaman

Utsawa Dharma Gita Nasional tahun 2024 akan diselenggarakan di Surakarta, Solo, Jawa Tengah, berkaitan dengan pelaksanaan UDG ini tentunya kami memiliki tugas besar menyiapkan kontingen yang nantinya akan diseleksi pada tingkat Kabupaten dan Provinsi untuk membawa nama Sulawesi Tenggara ke Nasional. Tentu usaha yang kami lakukan sangat mengharapkan dukungan dari Pemerintah sehingga semua dapat berjalan dengan maksimal, tambahnya.

Foto Bersama Sekda Provinsi Sulawesi Tenggara Beserta Pengurus LPDG se-Sulawesi Tenggara

Harapan ketua LPDG dan Pembimas Hindu Sultra mendapat respon yang sangat posited dari Sekda Provinsi Sulawesi Tenggara Asrun Lio

Selaku perwakilan pemerintah, tentu menjadi tanggung jawab kami mendukung segala aktivitas positif dari masyarakat, apalagi kegiatan ini membawa nama Sulawesi Tenggara berkompetisi ke tingkat  Nasional. Apa yang telah dilakukan oleh Pengurus dan Bimas Hindu Sulawesi Tenggara akan kami upayakan semaksimal mungkin untuk ditindaklanjuti sehingga kegiatan ini dapat berjalan sesuai dengan harapan kita bersama, tegasnya.

Kegiatan Rapat Kerja yang dilaksanakan selama dua hari ini juga telah mendapatkan berbagai keputusan yang merupakan kesepakatan bersama seluruh pengurus LPDG Kabupaten/Kota dalam menyiapkan kontingennya masing-masing untuk berkompetisi pada tingkat Provinsi, dan jika terpilih sebagai yang terbaik akan mewakili Sulawesi Tenggara pada Utsawa Dharma Gita Nasional tahun 2024.

 

 

 

 

Redaksi MH 1
Author: Redaksi MH 1

Melek Hindu merupakan situs online yang memiliki misi untuk pengembangan literasi Hindu di Indonesia. Selain menyampaikan beragam informasi atas keberadaan Hindu yang multikultur di Nusantara, melek Hindu memberikan perspektif dan gagasan mengenai Kehinduan yang lebih kontekstual dan dinamis.

Melek Hindu merupakan situs online yang memiliki misi untuk pengembangan literasi Hindu di Indonesia. Selain menyampaikan beragam informasi atas keberadaan Hindu yang multikultur di Nusantara, melek Hindu memberikan perspektif dan gagasan mengenai Kehinduan yang lebih kontekstual dan dinamis.